Perjuangan Murid Les

Ternyata jadi guru les itu memberikan banyak pelajaran bagi saya. Saya banyak belajar bahwa pendapat saya ketika menjadi guru di sekolah tentang anak-anak yang lemah itu salah. Selama ini saya berpikir kalau yang lemah pasti malas belajar atau jarang mereview di rumah atau simply orang tua nya cuek dan tidak mau membantu. Hari ini ada lagi satu pelajaran berharga untuk saya. Anak-anak yang lemah itu bukan semata-mata sesempit 3 faktor diatas. Ada beberapa murid saya les saya yang memang mempunyai kesulitan belajar, dan menurut saya guru di sekolah sebaiknya lebih peka lagi untuk hal itu. Setiap keputusan guru di sekolah adalah kartu As yang ga bisa di debatkan lagi padahal, mungkin aja terjadi pelajaran yang diberikan di sekolah belumlah matang benar, seperti nasi yang belum matang, pelajaran itu akan jadi terbuang atau sia-sia. Apakah itu dari waktu latihan yang sedikit, kebutuhan cara belajar anak yang tidak terpenuhi (gaya belajar), pendekatan guru, suasanya kelas, dll. .

Hari ini jam 9 pagi-pagi benar (menurut jam saya hehe) ada seorang murid kelas 3 SD yang datang ke rumah saya untuk belajar MAtematika untuk final test besok. Dengan diantar kedua orang tuanya memakai motor, jauh-jauh dari BSD ke rumah saya. Selama 1.5 jam sang anak ditungguin sama mama papa nya.belajar matematika.

Lalu apakah mereka, anak-anak ini tidak bekerja keras? Lalu apakah mereka simply anak-anak yang bodoh?

Well, to me, sebenarnya bingung, dengan sistem KTSP di dunia pendidikan formal sekarang. Apakah sudah diterapkan dengan baik? Okelah memang sekolah pasti mempunyai standar tetapi standar apakah kira2 yang akan dipakai ketika guru sudah mempuanyai previous experience tentang anak-anak tertentu dan melihat bahwa sang anak didik  ini lemah, tetapi tetap juga di berikan soal-soal,  yang ketika sang guru membuatnya pun, pasti terbersit bahwa sang anak pasti tidak mampu ngerjakan soal-soal itu, lalu mengapa tetap diberikan juga???

I am thinking it should be  50:50% chance no?

banyak pertanyaan di otak saya…

tetapi yang saya pesankan kepada murid-murid saya dan para orangtua yang khawatir, yang harus dilakukan adalah berlatih keras, konsisten, motivasi intrinsik, tujuan yang jelas, dan proses yang benar, karena, test paper dari sekolah, atau lembaga2 pendidikan yang dikeluarkan di level apa pun SD, SMP, SMA bahkan universitas sekalipun itu diluar kontrol guru les, dan orang tua.

Dan test nya juga bisa test apa aja sih, bisa final test, PSLE, UAN, Checkpoint, dan lain2 nya itu.. semua memang di luar kontrol guru les dan orang tua.

Jadi yang bisa di bantu adalah hanya deliberate practice, konsisten (ngulang lagi deh) yahh dan yang sudah saya sebutkan di atas itu tadi… ^_^

So don’t give up kiddos, and keep on trying your best for the test!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s