Carte Vitale SAGA , 1

TRAUMA! bukan buat nakut2in ya , sama yang lagi dan akan mau urus carte vitale di Perancis, tapi sekedar mau share perjalanan panjang saya aja sampai bisa dapat Carte Vitale yang emang Vital banget kalau mau menetap di Perancis.

Oke mungkin ada baiknya kita review dulu, apa sih Carte Vitale itu???

Carte Vitale itu yah semacam kartu yang kita punya sebagai sebuah tanda kesejahteraan kita dijamin oleh negara. Kesejahteraan seperti apa sih? Yah kesejahteraan seperti kalau sakit mesti ke dokter atau rumah sakit dan kalau ke apotik , kita harus mengeluarkan biaya tetapiii… nantinya diganti oleh pemerintah (tidak 100%, tapi dipotong berapa persen gitu). Asik ya? kaya banget negara nya, darimana dana untuk itu? dana-nya datang dari pembayar pajak. Nah makanya pembayar pajak itu suka kesal dengan banyaknya imigran yang datang ke Perancis untuk memanfaatkan sistem ini dan kebanyakan mereka tidak bekerja, dan anaknya banyak!! oulaa… tapi itu lain cerita..bukan di post yang ini.

Ok deh jadi singkatnya Carte Vitale itu seperti itu gunanya, juga dibutuhkan kalau kita mau mendaftar ke Pole Emploi (lembaga tenaga kerja), daftar asuransi pribadi, dll.

Nah post ini saya mau share betapa traumatisnya (tadinya, skrg udah biasa aja) pengalaman saya untuk dapat carte vitale ini.

Ohhh.. jadi ga langsung dapat yah carte vitale itu? ENGGA!!

Berapa lama tuh untuk dapat carte vitale (CV) ? Setahun!! tergantung juga sih ada juga yang cuma beberapa bulan tapi banyak expat yang bertahun2!

Cerita dong prosesnya gimana? Baiklaaahhh…. ^_^

Sekitar Mei 2012, 

Pertemuan di OFFI, diberitahu kalau harus ke CPAM (Kantor yang mengurus CV/ Sécu) terdekat untuk diproses pengurusan CV-nya

Sekitar April 2012, 

Setelah tau syarat2 untuk proses pembuatan CV, yaitu :

  • fotokopi paspor per halaman, lengkap
  • isi formulir (kalau memang masih satu kartu dengan suami/istri)
  • Translate akte kelahiran oleh penerjemah tersumpah yang diakui oleh pemerintah Perancis
  • Akte kelahiran original yang di legalisir (ini dia problem)

*catatan : waktu itu saya belum bekerja jadi persyaratan beda mungkin kalau belum bekerja, karena kalau sudah bekerja biasanya di urus sama perusahaan.

Satu persatu dokumen yang diminta saya siapkan, paspor di fotokopi, formulir di isi, akte kelahiran di translate oleh penerjemah tersumpah di Dijon bayar 40€, tunggu sekitar 2 minggu untuk proses translate, kirim scan akte kelahiran asli by email.

Akte kelahiran asli dilegalisir? yah ga bisalah! (bisa aja sih cuma kan repot banget harus ke kantor depkumham dan kantor urusan luar negri di indo untuk itu), so kita cuekin deh yang nomer satu ini.

Semua dokumen udah lengkap, suami ke kantor CPAM untuk menyerahkan berkas2 ke petugas agen counter2 gitu dan menjelaskan kalau akte kelahiran Indo cuma dikeluarkan satu kali seumur hidup dan ga ada yang namanya sistem update akte kelahiran. Di-oke-in tuh sama petugas counter. katanya tunggu aja nanti ada surat tentang bagaimana proses selanjutnya.

Awal Juni 2012, 

Sekitar 3 minggu kemudian.. datanglah surat yang ditunggu, amplopnya tebel, apa ya kira2 isinya? wadaw! semua dokumen saya dibalikin! dan ada suratnya katanya minta lagi akte kelahiran traducteur assermente francais, dan akte kelahiran yang original! aduuh gimana sih, kan waktu itu udah dijelasinn??? akhirnya suami balik lagi ke kantor CPAM untuk clarify situasinya, jawaban madame di counter nya : “mais pourqoui? je ne comprends pas? mais toute est bon” bla bla bala bala… sebel! ok akhirnya dimasukin lagi itu dokumen2 dan harus tunggu lagi prosesnya……

Akhir Juni 2012, 

Datang lagi amplop tebal itu dengan dokumen2 yang sama kali ini cuma satu permintaannya : kok nama di passport berbeda dengan nama di dokumen2 yang lain??

ADUH MO CEKEK RASANYA itu orang yg periksa! kenapa naluri pembunuh saya tiba2 menajam?!? soalnya di salah satu dokumen yang terlampir ada catatan dari imigrasi Indonesia di halaman paspor no 4 yaitu “Nama sebenarnya adalah/ The true name is : ….” dan ini yang tidak dibaca oleh officer itu! OULA…. marah, kesel, kecewa, mulai frustasi dan akhirnya menerima kenyataan ya udah berarti harus ke kantor CPAM lagi buat jelasin, LAGI! semua karena keteledoran petugas yang tidak teliti …

tapi beginilah sistem administrasi di Perancis, berlapis2 dan tidak ada komunikasi antara petugas, akhirnya semua informasi bisa aja mulai dari nol lagi, keren yak? ternyata …

Sekitar Juli 2012

Amplop tebal kembali lagi. Kali ini apa lagi? oh kali ini ternyata masihhhh aja minta akte kelahiran diterjemahkan dan dilegalisir oleh ambassade. Padahal lucu deh, waktu permintaan di surat sebelumnya jelas2 di tulis : “akte kelahiran yang diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah Perancis ATAU akte kelahiran yang dilegalisir oleh embassy. Naaah karena ada kata ATAU saya waktu itu memutuskan untuk pakai penerjemah aja, ternyata masih di tolak.. 😦 ya udah akhirnya saya telpon Embassy KBRI Indo di Paris, tanya bagaimana prosesnya, oh ternyata harus daftar diri dulu, paspor harus dikirim, translate dilakukan dan bayar biaya legalisir. Oke baiklah kita lakukan seturut kehendaknya.

Pffff….. saya stop dulu ya sampai sini nanti dilanjutin lagi perjuangan urusan ini sampai tahun 2013. Ternyata dengan menulis nya aja menguras energi ya? gpp deh karena yang terkuras energi negatipnyah! hehe… ok Ciao dulu

Bisous!

Menikah dengan WNA Perancis 4 (VISA Long Sejour)

helllooooooowwwww……….

alors,

sejak post terakhir tentang Livret de Famille, yaitu semacam Kartu Keluarga, yang ternyata sampai detik ini, belum jadi! huaaaa…. tapi, bagaimana dengan VISA??? ahemm…. udah dooongg…. ahahaha, tepatnya kemarin tanggal 30 Januari 2012, saya bergegas untuk mengambil Visa di Ambassade de France…

Mari kita melihat timeline nya…

bentaar… ingat2 dulu…. okee siap…

  • 17 November 2011 : Dokumen Salinan Akta Perkawinan di serahkan kepada salah satu agen (murahnya bisa beberapa kali lipat dibanding agen yg satunya). Dokumennya apa aja? Liat di post https://dupfransint.wordpress.com/2011/11/25/menikah-dengan-wna-perancis-3-livret-de-famille/
  • 23 November 2011 : 6 hari kemudian cek ke Ibu Cempaka, ternyata dokumen2 sudah masuk tinggal di proses. Normalnya Livret de Famille dan Trsankrip Pernikahan akan memakan waktu selama 2 minggu, tetapi karena yang married banyaak banget so kira2 sebulan lah… *menarik napas*
Sambil menunggu Transkrip Pernikahan nya jadi, saya melengkapi
Checklist untuk Visa Long Sejour nya yaitu :
No Description Check
1 Remplir le formulaire (demande pour un visa de long sejour)2 exemplaire pour le france
2. Remplir le formulaire d’OFII
3. Photographie d’identite recente 3,5cm X 4,5 cm en couleur sur fond blanc3 photos
4. Passeport Indonesienne (original)
5. Photocopie du passeport Indonesien page 3-4, et 48
6. Photocopie carte identite/acte de n’aissance (fr)
7. Photocopie du passeport francais et du visa indonesien (fr)
8. Photocopie de l’acte marriage francais ou de sa transcription francaise et photocopie du livret de famille
9. Letter de motivation de l’epoux (francaise) (fr)
10. L’acte de propriete du domicile en france
11. Avis d’imposition a defaut bulletin de salaire (3 mois) (fr)
12. Preuve de reservation billet d’avion
13. Contact ccf Jakarta pour test dilf A1 et test valeurs de la republique
14. Il faut le minimum 3 semaines pour obtenir le visa pour la france
15. Le dossier doit comporter l’ensemble des pieces indiquees
Waktu terus berjalan tik tok tik tok…. *drama*
daaannnn setelah di telpon beberapa kali sama DH (Dear husband) ke Ibu Cempaka untuk menanyakan bagaimana transkrip marriage nya sudah jadi apa belum…beberapa kali belum jawabnya… sampai tanggal 27 Desember 2011, 1 bulan lebih kemudian….. (dude it feels like so long time ago) akhirnya “Iya udah jadi” plongg!!
so,
  • 29 Desember 2011 : Dengan dokumen2 untuk membuat Visa saya langsung ke Ambassade de France untuk mengambil transcription marriage nya, so, gak usah bolak balik, jadi setelah ketemu Ibu Cempaka, langsung ke bagian Visa untuk menyerahkan berkas2nya. Oh iya saat ini Livret de Famille kami belum jadi, tapi ya it’s ok dengan transcriptionnya juga udah cukup. Di bagian Visa, diterima dengan baik… (ahem beda gitu impressionnya kalo by phone itu ibu2 itu terdengar agak *ahem2* ….. judes). Dikasih lah tanda terima kalau berkas sudah masuk dan dibawa tanda terima itu ke CCF ohya udah ganti nama jadi IFI (Institute Francais Indonesie) jangan ilang yaa tanda bukti ini karena nanti di butuhkan untuk mengambil visa nya kembali.

Rencana nya, mau langsung test bahasa Perancis dan Valeur de Republique nya (semacam social studies negara Perancis lah) tapiii, udah LIBUR!!, soooo harus dipending lagi sampe habis tahun baru… in the mean time I yang tadinya felt so down, tried to look at the bright side and enjoy the Xmas days and New Year with my family.

  • 4 Januari 2012 : Telpon CCF/IFI untuk bikin jadwal test, dikirim email form untuk di isi dulu, dan hari itu juga di jadwalkan untuk test pada besok hari nya.
  • 5 Januari 2012 : Ke CCF Salemba dengan bingung cari2 dimana, ternyata ada di samping seven eleven dan sebelum RS. Carolus. Disana ternyata testnya singkat dan so basic, so don’t worry buat yang belum bisa parle francais, tapi yah tetep aja mesti belajar, and untuk test valeur de republique juga nanti saya buat post tersendiri.

M E N U N G G U …………..

  • 23 Januari 2012: setelah sekitar 3 minggu menunggu, akhirnya saya menelpon ke ambassade, karena kok ada feeling ga ada kabar, apa ada yang salah?? Eeeehhh….. BENER BANGET! Ternyata, ambassade belum menerima hasil test saya dari CCF, O LA LA….ppppffffffff………!! kok bisaa?? after 3 weeks and no notice??? *leng geleng geleng* ya so… akhirnya saya telpon CCF kembali (lebih tepatnya berkali-kali karena yang bekepentingan selalu tidak ada di tempat). terus terang saat itu panik loh, kalo memang harus ikut prosedur berarti we have to wait for another 3 weeks for applying this visa, tapi DH bilang udah tenang, mungkin stlh diterima hasil testnya malah bisa cepat… yeah right.., namanya juga kesal dan panik, yah bener aja ga bisa tenang…. anyway… akhirnya diterima juga penjelasan dari CCF kalau hasil sudah dikirim dari tanggal 5 ke email bos visa, tapi berhubung bos nya lagi liburaaan…, jadi tidak bisa lah itu visa nya di proses, so ok deee…… minta lagi CCF untuk kirim hasil tes ke ambassade daann……

M E N U N G G U …………..

  • 25 Januari 2012 : mendesak dengan sedikir ngambek ke DH buat telpon cek lagi ke ambassade…, siapa tau ada masalah lagi… andd…. BENER BANGET!! AGAIIN?? MAIS OUI!  O LA LA pffffffff……………… ternyata dokumen nya masih ada yang kurang…. yaitu : asuransi selama 3 bulan! padahal waktu saya research untuk persyaratan visa long sejour istri, ga ada tuh diminta untuk asuransi..? hmm… tapi mungkin it’s my bad…did I really read?  I don’t really care, and it doesn’t really matter now anyway….. So, biar cepat dan lebih murah kami memutuskan pake asuransi dari Indo aja dipilih lah Asuransi Sinar Mas, pelayanan nya TOP! Hasil E Polis cuma 1 hari langsung jadi, di fax dan email ke ambassade dan

teree reng jee jjreeenkkkk…………!!!!!!!! yeeeeee ——– haaaaaaaaawww………. *HALAH LEBAY*

JADI DEEHH! 😀 😀 😀 😀 😀 😀

  • 27 Januari 2012 : DH telpon lagi ke ambassade (pokoknya dia melulu yang telpon) biarin biar ngerasain juga ribetnya… hehehehe, sudah OK dari ambassade untuk mengambil hari Senin 30 Januari 2012. a midi. 
Akhirnya, pesen tiket, minggu depan berangkat. Rasa nya…speechless lega-lega gimana gichuu…. belum ada sih emoticon yang bisa menggambarkan perasaankyuu…. ahaha hihi… lebay bay!
But it ain’t over yet,
But at least for now, yeah…
pleins de gros bisous,
Sint ❤

Foto-foto Pemberkatan

Isaiah 43 : 5 – 7  

 Ésaïe 43 : 5 – 7

5 Do not be afraid, for I am with you;                                  

«Sois donc sans crainte,car je suis avec toi,

I will bring your children from the east                              

 je ferai revenir tes enfants de l’orient

and gather you from the west.                                             

 je te rassemblerai de l’occident.

6 I will say to the north, ‘Give them up!’                           

 6 Je dirai au septentrion: Rends-les

and to the south, ‘Do not hold them back.’                        

et au midi: Ne les retiens donc pas,

Bring my sons from afar                                                    

fais revenir mes fils des pays éloignés,

and my daughters from the ends of the earth—                 

fais revenir mes filles des confins de la terre

7 everyone who is called by my name,                            

 7 oui, tous ceux qui portent mon nom

whom I created for my glory,                                            

et que j’ai créés pour ma gloire,

whom I formed and made.”                                               

que j’ai formés, oui, que j’ai faits.»

This verses got me when I was 20 years old, 11 years ago, when I prayed for a friend for life.

He answers prayers. 

Thank you Father, for Your promises are true.

pleins de gros bisous,

sint

Menikah dengan WNA Perancis 3 (Livret de Famille)

Hello there…!

So…., dari post yang terakhir sekitar beberapa jam yang lalu (or minutes?) hehe, saya memutuskan untuk lanjuuttt menulis tentang langkah berikutnya dari langkah-langkah yang masih banyak dalam birokrasi surat-surat menikah dengan foreigner.  Dari beberapa sites yang saya baca sih ada juga yg lebih simple aturan main nya, negara nya masih di Eropa juga, tapi well, katanya kalau orang Perancis yang simple harus dibuat sejelimet mungkin bener juga, tapi mungkin ada banyak alasan dibalik itu… anywaayyyy….. let’s go hayuk kita melihat dan membaca langkah yang selanjutnya :

Setelah sekitar 5 hari kerja dari waktu petugas catatan sipil mencatatkan pernikahan kami, akhirnya dengan rasa masih sedih, mewek-mewek dikit soalnya ditinggal hubby balik lagi… (ya iyalah secara realita aja kali dia mesti kerja *self-talking) kembali lah saya pergi ke kantor catatan sipil untuk mengambil berkas AKTA PERKAWINAN dan membayangkan SALINAN AKTA PERKAWINAN nya yang juga sudah jadi….

daaaannn….. yap! SALINAN nya BELUM JADI! betul sekali sodara-sodara..teprok teprok!

soalnya petugas catatan sipilnya bingung, SALINAN itu maksudnya yang pegimane sii??

akhirnya setelah membongkar2 berkas2 nya dia ketemu juga deh tuh contoh salinan yang pernah dia buat…, halaah si ibuu… pan aye dah bilang dari awaall…

ya udah akhirnya aku akan kembali besok lagi untuk mengambil salinan itu …

dengan harap2 doa2, memohon besok sudah selesai, saya pun pergi tidur

pagi hari, semangat bangun untuk mengambil salinan itu… pas nyampe, ketok ketok…. halahh jam 10 pagi tuh, si ibu lagi tiduran kepalanya di atas meja (kayaknya tidur beneran soalnya ngeces dikit dia-nya), pas dia lihat saya dia bilang … ” eeehh… iyaaa… belum ditanda tangan ama si bapak!”

omaygat Ibuuuuuu……………….

akhirnya saya bilang ah saya tunggu deh bu…

dan berhasil! berhasil! hore! hore! (dalam hati tapi)

akhirnya di tangan juga itu surat yang akan dikirim ke agen yang akan membantu melegalisir dan menerjemahkan surat2 itu.

Agennya boleh ke :

  • M. A SUBANDI (untuk membantu melegalisir sekaligus terjemahan) Jalan Bumi Raya VI No 11 – Duren Sawit (Jalan Kolonel Sugiono) – Jakarta Timur 13440 Tél : 8660 2362 – fax : 861 1910 Portable : 0812 967 38 34 e-mail : subandi@dnet.net.id ou subanditrans@yahoo.com

atau

  • AVANTI SERVICES (untuk membantu melegalisir) (M. Paul MARINGKA – parle français, anglais, néerlandais, indonésien) Jalan Tebet Utara III-B, Jakarta Selatan 12820 Tél/Fax (62-21)830 4557 ou Tél/Fax : (62-21)829 2289 Portable : (62) 816 816 494 e-mail : paulm@indosat.net.id

nah agen2 ini bisa membantu kita untuk melegalisir ke Kementrian Hukum & HAM, dan Kementrian Luar Negeri, tetapi kalau menikah secara Islam ditambah legalisir ke Kementrian Agamajuga. yang harus dikirimkan ke agen-agen tersebut diatas adalah :

  1. Salinan Lengkap Akta Pernikahan (asli)
  2. Akte Pernikahan (fc)
  3. KTP (fc)
  4. Carte Identite ( fc)
  5. Akte Kelahiran (fc)
  6. L’acte de Naissance (fc)
  7. Kartu keluarga Indonesia (fc)
  8. Passport Franc (fc)
  9. Permohonan transkripsi akte perkawinan (download di : http://agence-consulaire-bali.org/images/transcription%20mariage.pdf ) permohonan ini di isi dan ditanda tangani oleh suami.

Urusan legalisir dan penerjemahan akan memakan waktu min 5 hari kerja  tapi ada juga yang berkisar 10-12 hari kerja (saya sih pilih yang tercepat waktu itu) dan kemudian agen akan menyerahkan ke Ibu Cempaka di Kedubes Perancis.

Saran saya, keep contact dengan agen apakah sudah diserahkan dan apabila sudah, langsung telpon Ibu Cempaka untuk memastikan lagi.

Hari Selasa kemarin tanggal 22 November dokumen2 kami sudah ada di tangan Ibu Cempaka, tetapi… ternyata yang menikah banyaakk jugaaaa… so… biasanya Livret de Famille yang prosesnya sekitar 2 minggu bisa-bisa dipending sampai satu bulan.

Oh this is sad news tentunya buat franc dan saya, karena fotocopy Livret de Famille ini diharuskan untuk mendapatkan Visa Long Stay untuk istri…

Jadi simply said, natal dan tahun baru tahun ini saya akan merayakan nya bersama keluarga di Indonesia dan Franc bersama keluarga nya disana.

Mewek  deh…. sebel, sedih, tapi yah… no option untuk itu, but I’ve got an option which I will rejoice karena it must be for a good reason!

so…. selanjutnya sementara menunggu Livret de Famille dan L’acte Marriage Francais nya saya menyiapkan dokumen2 untuk Visa nya.

dan  juga mulai menerjemahkan dokumen2 pribadi lainnya ke dalam bahasa perancis…

this is gonna be interesting… ^_^;

pleins de bisous,

sint

Menikah dengan WNA Perancis 2 (catatan Sipil/Civil Marriage)

Hello there…!

Sebenarnya blog ini terinspirasi dari http://cutiegirl13.multiply.com/, yang membahas tentang dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan untuk pencatatan sipil/civil mariage antara WNI (saya) dan WNA Perancis (suami) yang dilakukan pada 5 November 2011 lalu di Indonesia. Some new regulations yang updated dan baru diketahui di tahun ini dari kedutaan Perancis membuat eike berniat deh menulis post ini dengan harapan dapat membantu mereka yang kebingungan dan dipenuhi banyak pertanyaan seperti saya, hopefully it could save you tons of time of researching! ^_^;

sooo…. here we goooo…………

  1.  Franc harus mengirim email ke site catatan sipilnya  untuk meminta Akte kelahiran/L’Acte de Naissance, nah Akte kelahiran di negara Perancis sifatnya tidak seperti di Indonesia yang kita miliki dan bisa di bawa kemana-mana/digunakan kapan pun, tetapi di Perancis, l’acte de naissance biasanya hanya akan diterbitkan pada saat2 dibutuhkan saja dan bersifat temporary ( jadi harus renew).  Untuk proses ini memakan waktu min 2 minggu.
  2. Franc kemudian mengisi formulir-formulir yang ada di http://agence-consulaire-bali.org/mariage_fr2.php yaitu :
  • RENSEIGNEMENTS RELATIFS A CHACUN DES FUTUR EPOUX
  • RENSEIGNEMENTS COMMUNS AUX FUTUR EPOUX

 

3.  Setelah semuanya selesai dikirimlah dokumen2 diatas ke Indo, harus dikirim melalui pos biayanya wktu itu sekitar 50 euro karena l‘acte de naissance nya harus diserahkan yang original nya. untuk proses ini memakan waktu min 1 minggu (tergantung jenis pos yg dipakai)

4.  Setelah dokumen2nya saya terima, mulailah disusun yang harus diserahkan ke France Ambassade :

  • Formulir Reinseignements Relatifs a Chachun des Futur Epoux (Franc)
  • Formulir Reinseignements Relatifs a Chachun des Futur Epoux (saya)
  • Formulir Renseignements Communs aux Futur Epoux (ditanda tangani berdua)
  • Akte Kelahiran Original (Franc) siapkan juga foto copy nya
  • Akte Kelahiran saya  (Foto Copy&legalisir)
  • Carte Identite (Foto copy)
  • KTP (Foto Copy)
  • Surat Keterangan Belum Menikah dari kelurahan (Foto Copy)
  • Surat N1, N2 dan N4 dari kelurahan (Foto copy)

5.  Menyerahkan ke kedutaan besar Perancis Jakarta dengan Ibu Cempaka atau yang dari bali bisa ke konsulernya.

6. Melakukan wawancara/audisi karena Franc tinggal di Perancis jadi audisi dilakukan terpisah. Pertanyaan2 nya basic banget contohnya  :

  • Nama lengkap saya dan calon
  • Nama depan orang tua saya dan calon
  • Alamat
  • No telpon
  • Pekerjaan
  • dll ( I still have the complete list of the questions email me if you’d like to know
Wawancara dilakukan dalam bahasa Perancis atau Inggris (karena kepala konsulatnya tdk bisa berbahasa Indonesia)
Saya diwawancara 1 minggu setelah dokumen diserahkan ke Ibu Cempaka.
Franc diwawancara 2 minggu kemudian.

 

7. Menunggu publikasi di Perancis (normalnya memakan waktu sekitar 2 minggu) tapi sering2 check aja ke Ibu Cempaka by phone apakah surat ijin untuk menikahnya sudah ada atau belum. Karena semua tergantung marie di tempat tinggal kota calon nya yang di perancis dan juga tergantung staff nya.  Kalau kota kecil biasanya akan lebih lama karena jumlah personel yang sedikit dan paperworks yang banyak. Sooo… mesti aktif mem-follow up.

Pengalaman saya waktu itu, memakan waktu sekitar sampai 2 bulan sampai Surat Ijin Menikah dari Embassy dikeluarkan. Surat ini sudah diberikan dalam bahasa Perancis dan Indonesia.

Setelah itu…..

7. Hubungi kantor catatan sipil yang akan mencatatkan perkawinan dengan membawa :

  • Surat Ijin Menikah dari Kedutaan (foto copy)
  • Akte kelahiran saya (foto copy dan legalisir)
  • d’Acte de naissance (diterjemahkan ke bahasa Indonesia dari penerjemah tersumpah dan di foto copy)
  • KTP (fc)
  • Kartu Keluarga (fc)
  • Passport Franc (fc)
  • la carte nationale d’identite (fc)
  • Surat Keterangan Menikah dari Gereja (fc)
  • Foto berdua berdampingan 4×6 (2 bh)

Dokumen2 ini diserahkan 10 hari sebelum tanggal pernikahan.

Setelah dicatatkan dan diberikan AKTE PERKAWINAN jangan lupa meminta SALINAN LENGKAP AKTA PERKAWINAN (buat yang Kristen/Katolik/Hindu/Buddha).

kalau yang Moslem minta dilegalisir BUKU NIKAH nya.

Seperti apa sih salinan lengkap akta perkawinan ituu?? itu semacam surat biasa dengan kop surat dari catatan sipil nya yang berisi nama, nama orang tua, pekerjaan, alamat tinggal dan keterangan telah dicatatkan perkawinannya.

Huaaahh….. panjaangg dan lama… tapi belum selesaii semua itu… huaaaaaa….

karena selanjutnya adalah pembuatan Livre de Famille dan Visa Long Sejour nya…. di post berikutnya…..

terkadang suka jadi ga sabar dan sebel.., tapi yah semua harus dijalani satu persatu and when it’s time to look back, at the end it’s all worth it… trust me ^_^;

 

pleins de bisous

sint

^_^;

Menikah dengan WNA Perancis 1 (yang di gereja)

Ternyata menikah dengan WNA itu tidak se-simple yang dibayangkan, mungkin bagi beberapa orang begitu, dan tadinya saya juga berpikir begitu..ehh setelah dijalani… huaaahhh… kami harus mengalami perjalanan panjaaang dan melelahkan mental dan fisik dan juga duit! HAAAA…………

Soo… iyalah bagus juga sih jadi berasa ‘mahal’ dan worthed,

but anyway, saya mau share apa saja yang harus dilalui sehingga akhirnya bisa secara resmi menikah dengan WNA (Perancis) secara agama di depan Tuhan dan di mata Hukum!

begini ceritanya….(God help me to remember all the countless details…*lebay)

Sooo…. sebelum menikah tentu saja banyak yang harus dipertimbangkan, setelah mengenal selama lebih dari setahun, dan perbincangan long distance dibantu orang ketiga yang sangat berjasa= SKYPE, liburan bersama beberapa kali Bali dan Perancis  untuk lebih mengenal karakter satu sama lain dan keluarga, akhirnya kami memutuskan untuk menikah, kenapa? simply karena feeling ” waduh I think I can’t live without this person” nah dari mutualisme feeling itu, gak mudah juga langsung ke gereja bilang “Hey mister Pendeta, tolong berkati kami nih, kami mau menikah…” ga gitu…

So pertama-tama bingung mau memutuskan menikah di mana apa di Indonesia atau Perancis? setelah googling sana sini, dapatlah informasi kalau menikah di Perancis itu lebih mudah, dimana letak kemudahan nya??? di surat2 dan administrasi tentunyaa… tetapi oh tetapi mentok! soalnya menurut beberapa pengalaman2 pasangan sebelumnya, hampir semua yang apply Visa Perancis/Schengen dengan Visa Turis, tetapi sebenarnya mau menikah, hasilnya….ditolak saudara-saudara!!

Dan jadilah kami melupakan rencana itu, dan memutuskan di Indonesia saja.

Oke, tiket sudah dibeli di bulan January 2011 untuk keberangkatan July Lyon-Jakarta.

Mulailah saya mencari gereja. Karena Franc Katolik, baiklah kita ke gereja Katolik untuk meminta persyaratan-persyaratan apa saja yang dibutuhkan… Hmmm…. ternyata agak pahit juga ceritanya karena jadinya saya diceramahi… katanya “waahh…susah kalau begini, bagaimana Anda mau membina biduk Rumah Tangga kalau dari awal saja sudah banyak perbedaan, Negara berbeda, budaya berbeda,agama berbeda (saya Kristen dan Franc katolik)??” Loh-loh paaakk… saya kan mau bertanya dan diberi jalan keluar bukan nya di ceramahi dan dibuat jatuh mental nya.. hiks!

(tetapi ga semua gereja katolik begitu lohh..)

Franc juga ribet di sana dia menghubungi salah satu Pastor Indonesia yang ada di kota tetangga (sekitar 2 jam drive) dan membuat berjanji bertemu dengan hasil yang sama. KELABU. alias abu-abu, alias teu terang!

Baiklah, setelah mengalami masa kebingungan yang cukup singkat sekitar satu minggu, kami memutuskan akan menikah secara Kristen saja, di GKI Serpong, waw, Puji Tuhan, Alhamdulilah ya sesuatu… di terima dengan tangan terbuka meskipun saya bukan anggota gereja, bahkan belum pernah kebaktian hari minggu disitu! Tapi ya sekali lagi you know God is good banget! langsung deh mempersiapkan surat2 untuk mengikuti katekisasi pernikahan/Bina pra-nikah. Surat-suratnya adalah :

  1. Surat Baptis
  2. Surat Gereja Asal
  3. Surat Baptis Franc
  4. surat Keterangan gereja Asal dia (ini juga di dapat setelah dia harus ikut misa selama bbrp minggu dulu)
  5. KTP / Carte d’identite
  6. Akte lahir

 

Saat itu kami hanya melakukan pernikahan secara gereja dan tidak langsung dengan catatan sipil karena HAHAHAHA…. ketawa dulu yaa…. that’s another great story with some ‘OTHER’ paperworks! nanti di post selanjutnya deh…

Nah, saya pun mengikuti Bimbingan Pra Nikah di GKI Serpong setiap hari Sabtu dari jam 9 – 17.00 (lama ya?) selama dua minggu. Saat itu sedih dan cukup akward juga situasi nya… soalnya kok yang lain bedua-duaan and aye sendiri niii?? wekwew! tapi gpp… hanya cukup menjelaskan dan mendengarkan diskusi dan ceramah dengan hikmat, dan sibuk membayangkan printilan2 wedding yang menyenangkan hati tentunyaa…. hi hi hi… seperti gaun, dekorasi, kue2 dll… weqeqeq…. ( I bet all the girls whove been through this know the feelings!) ^_^;

Setelah itu ya happy-happy deh, yah seperti kata orang-orang kalau mau menikah tuh adaaaa aja … sempet juga sih ngalamin, dan betul sekali kalau badan berasa kurusan… weqeqeq…

dan akhirnya Puji Tuhan, Alhamdulilah ya sesuatuuu…. ^_^;

Kami menikah dengan sukses di GKI Serpong 9 Juli 2011 dihadiri sekitar 30 orang undangan saja keluarga dan teman-teman terdekat.

merci a tous yang telah memberikan dukungan! ^_^;